Tentara Israel Bunuh Warga Palestina, Dunia Angkat Bicara

EDITORS NOTE: Graphic content / Mourners carry bodies of Palestinians killed earlier in a raid by Israeli forces on the occupied-West Bank city of Nablus, during their funeral procession on February 22, 2023. - Israeli troops killed at least 10 Palestinians in a raid on Nablus, while more than 80 suffered gunshot wounds, the Palestinian health ministry said. (Photo by jaafar ashtiyeh / AFP)

Serangan tentara Israel menewaskan 11 warga Palestina termasuk seorang remaja di Nablus pada Rabu (22/2/2023). Kejadian tersebut menjadi eskalasi paling mematikan di Tepi Barat yang diduduki sejak 2005.

Dilansir¬†AFP, Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan lebih dari 80 warga Palestina menderita luka tembak, dalam apa yang disebut tentara Israel sebagai operasi “kontra-terorisme”, yang memicu perhatian internasional.

Pejabat tinggi Palestina Hussein Al Sheikh mengecam serangan itu sebagai “pembantaian” dan menyerukan “perlindungan internasional untuk rakyat kami”.

Kementerian kesehatan Palestina mengatakan mereka yang tewas “sebagai akibat dari agresi pendudukan di Nablus” berusia antara 16 dan 72 tahun.

Beberapa jam setelah penggerebekan, kementerian mengumumkan kematian seorang pria berusia 66 tahun akibat menghirup gas air mata.

Di sisi lain, tentara Israel mengatakan serangan itu menargetkan tersangka militan “di sebuah apartemen persembunyian” yang dituduh melakukan penembakan di Tepi Barat. Mereka menambahkan pasukan diserang tetapi tidak ada korban.

Militer Israel mengatakan salah satu tersangka buronan yang melarikan diri dari gedung itu “dilumpuhkan”, bersama dengan dua orang lainnya yang melepaskan tembakan ke properti tersebut.

Para tersangka dan pasukan Israel “saling tembak … ada juga roket yang ditembakkan ke rumah” oleh tentara, kata juru bicara Tentara Israel Richard Hecht.

Respons Keras

Liga Arab mengatakan serangan itu merupakan “kejahatan keji”.

“Otoritas pendudukan dan pemerintah sayap kanan Israel bertanggung jawab atas pembantaian yang mengerikan ini,” kata Saeed Abu Ali, asisten sekretaris jenderal Liga untuk urusan Palestina.

Sementara itu, Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan Washington “sangat prihatin dengan tingkat kekerasan”.

“Kami menyadari masalah keamanan yang sangat nyata yang dihadapi Israel. Pada saat yang sama, kami sangat prihatin dengan banyaknya korban luka dan hilangnya nyawa warga sipil.”

Adapun, Uni Eropa “sangat khawatir dengan meningkatnya kekerasan di Tepi Barat,” kata kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell.

Dia meminta semua pihak untuk bekerja memulihkan kedamaian dan menghindari hilangnya nyawa lebih lanjut

Komentar keras dilontarkan Pancis. Negara itu mengutuk tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap warga sipil dan menegaskan kembali kewajiban Israel untuk menghormati hukum humaniter internasional dengan menggunakan kekuatan secara proporsional.

“Ketika kekerasan terus meningkat, itu meminta semua aktor untuk menahan diri dari tindakan apapun yang dapat memicu spiral ini,” kata Kementerian Luar Negeri Prancis dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu,tetangga Israel dan Palestina, Yordania, mengatakan akan “bekerja secara intensif dengan semua pihak untuk mencapai” ketenangan.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengatakan situasi di wilayah Palestina tersebut sangat rawan selama bertahun-tahun. Menurutnya, ketegangan kian memuncak karena proses perdamaian mandek.

“Prioritas utama kami harus mencegah eskalasi lebih lanjut, mengurangi ketegangan dan memulihkan ketenangan,” kata Guterres kepada Komite PBB tentang Pelaksanaan Hak Rakyat Palestina yang Tidak Dapat Dicabuti.

Sejak awal tahun ini, konflik Israel-Palestina telah merenggut nyawa 60 orang dewasa dan anak-anak Palestina, termasuk militan dan warga sipil.

Sembilan warga sipil Israel, termasuk tiga anak, seorang petugas polisi dan satu warga sipil Ukraina telah tewas selama periode yang sama, menurut penghitungan AFP berdasarkan sumber resmi dari kedua belah pihak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*