Puluhan Triliun Ludes, Taipan Ini Tak Lagi Orang Terkaya RI

Jerry Ng

Bos emiten bank digital PT Bank Jago Tbk (ARTO) Jerry Ng kini telah terdepak dari jajaran orang terkaya 2023 versi Forbes. Hal ini seiring dengan harga saham ARTO yang anjlok lebih dari 85% selama setahun belakangan.

Forbes mencatat, Jerry Ng sempat berada di peringkat 35 dari daftar 50 orang paling tajir di Indonesia, dengan kekayaan mencapai US$ 1,2 miliar (Rp 18 triliun) pada 2022.

Pada tahun 2021 bahkan Jerry Ng sempat menempati posisi ke-5 sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai US$ 4,7 miliar atau sekira Rp 70,5 triliun.

Sayangnya baru-baru ini, nama Jerry Ng benar-benar tidak muncul lagi dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Kekayaannya ditaksir sudah tidak mencapai US$ 1 miliar.

Setelah saham ARTO turun signifikan, kekayaan Jerry Ng dari kepemilikan tidak langsung di ARTO kini tersisa sekitar Rp 7,41 triliun.

Untuk diketahui, harga saham ARTO sempat menembus Rp19.000/saham hingga awal 2022. Padahal, pada awal 2021, harga saham tersebut masih berada di kisaran Rp3.500-an/saham.

Kala itu, euforia bank digital sempat melambungkan harga saham ARTO dan sejumlah saham sejenis.

Sekarang, per penutupan Senin (10/4/2023) harga saham ARTO berada di Rp2.240/saham, turun 39,78% year-to-date (ytd) atau terjun hingga minus 85,57% dalam setahun.

Sumber terbesar kekayaan Jerry Ng berasal dari investasi di Bank Jago (ARTO) bersama rekan-rekannya. Jerry Ng tak sendiri, bersama sejawat bisnisnya mereka masuk ke Bank Jago lewat PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI) dengan kepemilikannya kini sebesar 29,80%.

Selain Jerry, koleganya, Patrick Walujo juga masuk melalui Wealth Track Technology Ltd (WTT), perusahaan investasi berbasis di Hong Kong yang menguasai 11,68%.

Jerry bersama kawan-kawannya mengakuisisi Bank Artos melalui MEI secara resmi pada 26 Desember 2019.

MEI mengakuisisi 454,15 juta saham ARTO pada harga Rp 395/saham. Nilai akuisisi itu setara dengan Rp 179,39 miliar. Setelah transaksi tersebut maka MEI waktu itu memiliki 37,65% saham di Bank Artos, sebelum berganti nama menjadi Bank Jago pada Juni 2020.

Jerry Ng bukan nama baru. Dia sudah malang melintang di industri keuangan nasional dan bahkan luar negeri.Jerry sebelumnya menahkodai BTPN sebagai direktur utama selama satu dekade dan total aset bank ini melesat menjadi 10 kali lipat

Namun, dia memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan karirnya di BTPN setelah bank tersebut merger dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia.

Pada 2003 lalu, Jerry juga pernah berkarir di PT Bank Danamon Indonesia Tbk(BDMN) namun hengkang pada September 2007.

Dia juga tercatat pernah bekerja di PT Bank Central Asia Tbk(BBCA) dan Grup Astra. Sejumlah jabatan penting pernah diembannya seperti Deputi Presiden Direktur di PT Bank Universal, Presiden Direktur di PT Federal International Finance (FIF), dan menjadi Komisaris di PT Astra Colonial Mutual Group Life.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*