Heboh Kunjungan Menteri Israel ke Al-Aqsa, Negara Arab Murka

Salju menutupi Masjid Kubah Batu di kompleks Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem, Kamis (27/1/2022). Hujan salju yang jarang melanda sebagian wilayah Israel dan Tepi Barat, menutup sekolah dan bisnis. (AP Photo/Mahmoud Illean)

Warga Palestina dan beberapa negara Arab mengecam keras kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir ke ke kompleks Masjid Al-Aqsa. Mereka khawatir kunjungannya bertujuan untuk mengubah status quo tempat suci itu.

Ben-Gvir, yang dilantik minggu lalu sebagai bagian dari pemerintahan sayap kanan baru kabinet Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, berkunjung dan terlihat di situs tersuci ketiga Islam di bawah pengamanan ketat itu pada Selasa (3/1/2023).

“Kami mengutuk keras penyerbuan masjid Al-Aqsa oleh menteri ekstremis Ben-Gvir dan memandangnya sebagai provokasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan eskalasi konflik yang berbahaya,” kata Kementerian Luar Negeri Palestina, dikutip dariĀ Al Jazeera.

Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh meminta warga Palestina untuk mengonfrontasi kunjungan ke masjid Al Aqsa tersebut. Dia menuduh Ben-Gvir melakukan kunjungan tersebut sebagai upaya untuk mengubah tempat suci itu menjadi “kuil Yahudi”.

Yordania, Mesir, dan Uni Emirat Arab (UEA) yang memiliki perjanjian damai dengan Israel, juga mengutuk “penyerbuan”, kata yang dipakai oleh negara-negara tersebut, Al-Aqsa oleh Ben-Gvir. Amman memanggil duta besar Israel dan mengatakan kunjungan itu telah melanggar hukum internasional dan “status quo sejarah dan hukum di Yerusalem”.

Arab Saudi juga mengkritik tindakan Ben-Gvir. Turki, yang baru-baru ini mengakhiri keretakan diplomatik yang sudah berlangsung lama dengan Israel, ikut menyebut kunjungan itu sebagai “provokatif”.

Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah mengatakan bahwa setiap pelanggaran status quo selama beberapa dekade di Masjid Al-Aqsa dapat menyebabkan ‘ledakan’ konflik di wilayah tersebut, tidak hanya di dalam wilayah Palestina.

Tak ingin ketinggalan berkomentar, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih mengatakan setiap tindakan sepihak yang membahayakan status quo situs suci Yerusalem tidak dapat diterima.

“Amerika Serikat dengan tegas mempertahankan status quo sehubungan dengan tempat-tempat suci di Yerusalem,” kata juru bicara itu, menambahkan bahwa AS meminta Netanyahu untuk menjaga komitmennya terhadap status quo tempat-tempat suci.

Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq juga mengatakan Sekretaris Jenderal PBB menekankan pentingnya menegakkan status quo di tempat-tempat suci.

Pemimpin oposisi Israel dan mantan perdana menteri Yair Lapid bahkan telah memperingatkan pada Senin bahwa rencana masuk Ben-Gvir ke kompleks tersebut akan menyebabkan kekerasan. Dia menyebutnya sebagai “provokasi yang disengaja yang akan membahayakan nyawa”.

Netanyahu sebelumnya mengeluarkan pernyataan pada Selasa malam yang mengklaim dirinya berkomitmen untuk secara ketat mempertahankan status quo, tanpa perubahan, di Al-Aqsa.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*