Harga Daging Ayam ‘Menggila’, Peternak Ayam Kok Bertumbangan?

Peternak memanen telur di salah satu peternakan ayam petelur di Gunung Sindur, Jawa Barat, Rabu (24//5). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Harga daging dan telur ayam terpantau melanjutkan kenaikan. Di sisi lain, peternak ayam mandiri justru mengaku tengah kesulitan dan mulai bertumbangan.

Peternak mengaku, harga daging dan telur ayam yang semakin mahal saat ini, tak bisa mengimbangi kenaikan biaya produksi.

“Sekarang, peternak bertahan saja susah. Kalau harga daging di konsumen itu ulah pedagang. Kalau harga jual di peternak itu malah di bawah HPP (harga pokok produksi,” kata Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Tengah Pardjuni kepada CNBC Indonesia, dikutip Rabu (24/5/2023)

“Harga pakan saat ini naik, harga DOC (day old chicken/ anakan ayam) juga ikutikutan naik. Harga https://www.rtpbengkel138.online/ pakan naik 6-8%, DOC sekarang sudah Rp7.000-7.800 per ekor, sampai di peternak. Harga pakan dari Rp7.800-8.000 per kg jadi Rp8.500-8.700 per kg. HPP sekarang sekitar Rp19.000-20.000 per ekor,” paparnya.

Akibatnya, kata dia, banyak peternak ayam rakyat yang gulung tikar. Akibat semakin mahalnya biaya sarana produksi peternakan (sapronak).

“Sapronak naik. Belum lagi gas, listrik, akibatnya HPP naik. Sementara, harga ayam hidup nggak signfikan,” katanya.

“Peternak gulung tikar, skala kecil bahkan skala belasan ribu ekor. Perbandingan saja, di perkumpulan saya sekarang. Biasanya kita itu kalau kumpul ketua-ketua kelompok, tadinya bisa 50 orang. Sekarang cuma 15-17 orang. Kalau ketua kelompoknya saja sudah ambruk, apalagi peternak-peternak sub-pemasoknya,” tukas Pardjuni.

Karena itu, Pardjuni meminta pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh kebijakan terkait ayam di dalam negeri. Termasuk, soal impor grand parent stock (GPS) atau buyut bibit ayam.

“Impor GPS ini harus dievaluasi karena kuota ditentukan misalnya sekian, realisasinya bisa membengkak. Dan, ini akan mempengaruhi produksi 2 tahun ke depan,” kata Pardjuni.

Harga Kian ‘Menggila’

Panel Harga Badan Pangan menunjukkan, hari ini Rabu (24/5/2023), harga daging ayam naik Rp220 ke Rp36.910 per kg dan telur ayam naik Rp110 ke Rp30.760 per kg.

Harga tersebut adalah rata-rata nasional di tingkat pengecer dibandingkan sehari sebelumnya.

Sementara, harga acuan pemerintah yang ditetapkan Rp27.000 per kg untuk telur dan Rp36.750 per kg daging ayam, di tingkat konsumen.

Harga tertinggi daging ayam hari ini mencapai Rp48.540 per kg, terjadi di Maluku. Sedangkan harga tertinggi telur ayam mencapai Rp37.460 per kg, terjadi di Papua Barat.

Sepekan lalu, 17 Mei 2023, harga rata-rata nasional daging ayam masih Rp36.060 per kg dan telur ayam Rp30.160 per kg.

Khusus wilayah Jakarta, harga daging ayam hari ini naik Rp434 jadi Rp40.767 per ekor. Informasi Pangan Jakarta mencatat, harga tertinggi mencapai Rp50.000 per ekor di Pasar Jatinegara.

Sedangkan harga telur hari ini turun jadi Rp32.122 per kg, dengan harga tertinggi mencapai Rp34.000 per kg di Pasar Mampang Prapatan.

Masih mengutip Panel Harga Badan Pangan, harga ayam pedaging hari ini di tingkat produsen naik Rp100 ke Rp23.280 per kg hidup. Sedangkan harga telur ayam naik Rp 190 ke Rp26.480 per kg.

Di tingkat pedagang grosir, harga daging ayam hari ini naik Rp180 ke Rp33.860 per kg. Dan telur ayam turun Rp170 jadi Rp28.620 per kg.

Artinya, ada lonjakan Rp10.580 harga ayam hidup di peternak ke harga daging ayam di grosir. Dan, Rp2.140 untuk harga telur per kg dari peternak ke pedagang grosir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*