BEI Sebut Investor RI Dua Kali Lipat dari Singapura, Tapi…

BEI Sebut Investor RI Dua Kali Lipat dari Singapura, Tapi…

Ilustrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jumlah investor Indonesia sudah mencapai 12,2 juta Single Investor Identification (SID). Meski jumlahnya lebih dua kali lipat lebih tinggi dari penduduk Singapura, namun penetrasinya belum semasif di Negeri Singa.

Direktur Pengembangan https://38.180.106.158/ BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, total jumlah investor tersebut hanya mencakup 5% dari total penduduk Indonesia. Sementara investor Singapura sudah mencapai 30-40% dari total penduduknya.

“Jumlah investor 12,2 juta, ini tiga kali lipat penduduk singapura. Tapi ini cuma 5% dari total penduduk Indonesia. Namun di singapura baru 1-2 juta investor, tapi ini udah 30-40% dari total penduduknya,” kata Jeffrey dalam edukasi wartawan, di Jakarta, Kamis, (25/1/2024).

Jeffrey mengatakan, salah satu problem utamanya adalah kurangnya penciptaan supply and demand.

“Ada beberapa hal yang bisa didiskusian, misalnya kalau mau 30% investor dari penduduk indonesia, minimal income per kapitanya sekian belas ribu USD,” kata dia.

Terlepas dari itu, ada beberapa faktor lain yang memengaruhi rendahnya permintaan atas saham. Misalnya, banyak masyarakat di daerah yang menganggap investasi saham itu haram.

Selain itu, banyak masyarakat yang menganggap investasi saham butuh uang besar, dan sulit. Selain itu, banyakyang menganggap investasi saham itu risknya tinggi.

Sebelumnya, disampaikan Oktober lalu, jumlah investor muda mendominasi pasar modal di Indonesia. Bahkan, porsinya mencapai 57,04% dari total Single Investor Identification (SID).

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), investor dengan usia di bawah 30 tahun mendominasi porsi investor dengan jumlah 57,04% dari seluruh investor yang tercatat. Namun, aset investasi mereka tercatat sebesar Rp50,51 triliun, menjadi yang terkecil diantara semua usianya.

“Adapun jumlah investor usia 31-40 berkontribusi sebesar 23,27 persen dari seluruh investor. Mereka mengakumulasi aset sebesar Rp112,92 triliun,” ujar Kepala Departemen Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional OJK Edi Broto Suwarno, di perhelatan acara Economic and Capital Market Outlook 2024 oleh CSA Institute, Selasa (10/10/2023).

Selanjut, di posisi ketiga investor berumur 41-50 tahun mencatatkan jumlah investor sebesar 11,36 persen. Mereka memiliki aset Rp182,15 triliun.

Sementara itu, investor berusia 51-60 tahun tercatat memiliki porsi 5,44% dari seluruh jumlah investor. Adapun aset yang dikuasai sebesar Rp250,59 triliun.

Di posisi terakhir, investor berusia lebih dari 60 tahun menempati porsi 2,88% dari total SID, dengan aset terbesar sebesar Rp996,4 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*